Selasa, 31 Mei 2011

Analisa Usaha Tani : Penanaman Jagung diantara Tanaman Kayu Putih

Salah satu implementasi pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) yang dilakukan Perum Perhutani adalah penanaman tanaman palawija di antara tanaman pokok yang ditanam oleh pihak Perum Perhutani. Pola ini biasa disebut dengan agroforestry. Tujuannya adalah untuk memberi penghasilan tambahan kepada masyarakat di sekitar hutan dan melindungi tanaman pokok yang ditanam oleh Perum Perhutani.

Tanaman jagung merupakan tanaman palawija yang banyak ditanam di lahan-lahan Perum Perhutani terutama di lahan Perum Perhutani dengan tanaman pokok kayu putih, di samping tanaman-tanaman palawija yang lain seperti kacang kedelai, padi gogo dll.

Untuk melihat sejauh mana usaha penanaman jagung di lahan Perum Perhutani, dilakukan pengamatan dan analisa terhadap usaha tani jagung di lahan tanaman kayu putih. Berikut gambaran biaya, penerimaan dan pendapatannya


I. BIAYA
Didalam perhitungan ekonomi usaha penanaman jagung, biaya yang harus diperhitungkan adalah:

  1. Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang sifatnya tidak dipengaruhi oleh besarnya produksi. Komponen-komponen biaya yang termasuk di dalam biaya tetap adalah biaya tenaga kerja tetap, biaya penyusutan, dan biaya sewa lahan.

Tabel 1. Investasi Peralatan untuk Pemberantasan Hama

Investasi
Nilai
(Rp)
Masa Pakai
(Tahun)
Penyusutan (Rp)
Hand sprayer 5 bh         @Rp 285.000,-
1.425.000,-
5    
(2 tanam/thn)
142.500,-
Drum (untuk mencampur pestisida)
2 bh   @ Rp 130.000,-
260.000,-
2
(2 tanam/thn)
65.000,-




Total Biaya Tetap
1.685.000,-

207.500,-


  1. Biaya Tidak Tetap (Variabel)
Biaya variabel adalah biaya yang besar kecilnya tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan. Komponen-komponen biaya yang termasuk ke dalam biaya variabel dalam pengamatan ini adalah : biaya tenaga kerja tidak tetap untuk persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Total biaya variabel yang dikeluarkan untuk satu kali proses produksi jagung dapat dilihat pada tabel berikut :
c.    Total Biaya Produksi 
Total biaya produksi diperoleh dari penjumlahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Hasil perhitungan menunjukkan total biaya produksi untuk satu kali proses produksi disajikan pada Tabel berikut :

No
Uraian
Jumlah Biaya
Rp
Keterangan




1.
Biaya Tetap
 207.500

2.
Biaya Variabel
9.181.000





 3.
Total Biaya
9.388.500


II.  PENERIMAAN

Penerimaan adalah hasil yang diterima berdasarkan penjualan hasil produksi.
Untuk panen jagung di lahan kayu putih hasil produksi jagung hanya sekitar 7 ton saja. Harga jual pada saat ini Rp 1.800,-/Kg. Jadi penerimaan yang diperoleh = 7.000 Kg x Rp 1.800,- =Rp 12.600.000,-

III. PENDAPATAN

Pendapatan merupakan selisih dari jumlah penerimaan yang diterima dengan total biaya biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, pendapatan yang diperoleh adalah :

No
Uraian
Jumlah
Rp
Keterangan




1.
Penerimaan
12.600.000

2.
Biaya
9.388.500





 3.
Pendapatan
3.211.500


IV. KESIMPULAN
Usaha tani jagung di lahan kayu putih memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar hutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar